DPRD Kukar Dorong Normalisasi Sungai Loa Janan, Targetkan Solusi Permanen Atasi Banjir

img

(RDP yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani/pic:Tanty)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Ancaman banjir di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, terus menjadi sorotan. Curah hujan tinggi ditambah aktivitas pertambangan di sekitar wilayah diduga memperparah kondisi lingkungan, sehingga warga kembali harus menghadapi genangan dan risiko longsor.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai penanganan bencana di kawasan tersebut perlu langkah nyata. Melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dipimpin Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, Senin (22/09/2025), masyarakat didorong agar mendapat solusi permanen atas permasalahan banjir yang berulang.

Ahmad Yani menyampaikan, keluhan warga yang terus berdatangan tak boleh diabaikan. Kerugian material hingga ancaman kesehatan sudah menjadi bukti betapa serius dampak banjir ini.

“Aktivitas perusahaan memang menjadi sorotan warga, meski belum ada bukti kuat. Karena itu, kami minta agar dana PPN maupun CSR bisa digunakan untuk membantu penyelesaian banjir,” tegasnya.

Sejumlah perusahaan di sekitar lokasi, seperti ABK dan Insani Barat Perkasa, telah menyatakan kesediaan membantu. Namun, Ahmad Yani mengingatkan bahwa pemerintah daerah juga wajib menyiapkan langkah melalui APBD.

Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan bantuan perusahaan, tetapi harus ada program resmi yang masuk dalam kebijakan daerah.

Salah satu opsi yang ditawarkan adalah optimalisasi dana CSR untuk membantu warga terdampak, serta penyediaan anggaran pemulihan pascabanjir melalui APBD. DPRD Kukar juga menilai solusi yang paling mendasar adalah normalisasi sungai di Loa Janan.

“Pendangkalan dan penyempitan sungai menjadi faktor utama penyebab banjir. Normalisasi, pelebaran, dan pengurukan harus segera dilakukan. Tanpa itu, persoalan banjir di Loa Janan tidak akan selesai,” jelas Yani.

Ia menambahkan, penanganan banjir tidak boleh dilakukan secara sektoral. Semua pihak, baik perusahaan, pemerintah daerah, maupun masyarakat, harus berkolaborasi.

“Jangan ada ego sektoral. Masalah banjir ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” terangnya.

Selain itu, Ahmad Yani menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah. Mengingat Loa Janan berbatasan langsung dengan Samarinda, maka solusi seperti relokasi warga, pelebaran, dan normalisasi sungai hanya efektif jika dilakukan bersama.

“Kukar dan Samarinda harus bergerak seirama agar hasilnya maksimal,” tuturnya.

Ahamd Yani juga menambahkan melalui upaya DPRD Kukar diharapkan menjadi titik balik penanganan banjir di Purwajaya.

"Dengan sinergi semua pihak, tentu kita harapkan masyarakat Loa Janan dapat terhindar dari kerugian berulang akibat bencana banjir," tutupnya. (adv/tan)